Beranda blog Halaman 9

Dari Karawang ke Malang, Christo Toar Tinggalkan Pesan Pelayanan Terbaik

0

Karawanghariini.com, Karawang – Suasana haru mewarnai kegiatan pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Rabu (29/4/2026). Dalam sambutan perpisahannya, Christo Victor Nixon Toar menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, instansi vertikal, media massa, serta jajaran petugas yang selama ini mendukung tugasnya memimpin Lapas Karawang.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kapolres Karawang AKBP, perwakilan Bupati Karawang, unsur TNI, Kejaksaan, BNNK Karawang, KPU Karawang, para kepala UPT, tokoh agama, hingga insan pers.

Dalam sambutannya, Christo mengungkapkan dirinya telah mengemban tugas di Lapas Karawang selama kurang lebih dua tahun lima bulan. Selama masa tugas itu, ia mengaku banyak mendapat arahan dan dukungan dari berbagai pihak hingga dipercaya mendapatkan promosi jabatan sebagai Kepala Lapas Kelas I Malang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan Bapak Kakanwil, sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik dan Alhamdulillah mendapatkan kepercayaan untuk promosi,” ujar Christo.

Pernah Menolak Penugasan ke Karawang

Christo secara terbuka menceritakan bahwa pada awalnya ia sempat menolak penugasan ke Karawang. Saat itu, ia baru selesai bertugas di Lapas Sukabumi dan mengetahui rekam jejak Lapas Karawang yang dikenal sebagai zona merah.

“Pada awalnya saya sempat menolak penugasan di Lapas Karawang. Karena saya memahami track record Lapas Karawang saat itu dikenal sebagai zona merah,” katanya.

Namun seiring waktu, ia melihat adanya kemauan kuat dari seluruh jajaran petugas untuk berubah. Karena itu, tahun 2024 ia canangkan sebagai Tahun Perubahan dengan fokus utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci utama keberhasilan lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan pelayanan dan pengamanan.

“Tanpa SDM yang kuat, petugas pemasyarakatan tidak akan mampu menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.

Fokus Pembenahan SOP dan Integritas

Christo menjelaskan, selama memimpin Lapas Karawang, setiap kepala seksi diwajibkan memahami serta mengajarkan standar operasional prosedur (SOP) kepada seluruh petugas.

Ia menilai masih banyak persoalan di lembaga pemasyarakatan yang dipicu minimnya pemahaman petugas baru terhadap SOP dan tugas pokok.

Dari pembenahan tersebut, ia menyebut kesadaran pentingnya integritas mulai tumbuh di kalangan petugas. Upaya itu pun membawa Lapas Karawang bergerak menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Capaian itu bukan karena kepemimpinan semata, tetapi karena keinginan bersama seluruh petugas untuk berubah dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Pamit Mendadak ke Malang

Christo juga menceritakan proses mutasinya yang berlangsung cepat. Pada 8 April lalu, ia menerima panggilan saat berada di Cibinong untuk persiapan pelantikan keesokan harinya.

Ia mengaku terkejut karena masih merasa banyak hal yang perlu diperbaiki di Karawang. Namun karena merupakan perintah pimpinan, ia harus segera melaksanakan serah terima jabatan dan bertolak ke Malang.

“Saya mohon maaf kepada seluruh stakeholder, instansi vertikal, maupun OPD, karena saya tidak sempat berpamitan satu per satu. Waktu yang diberikan sangat terbatas,” katanya.

Apresiasi untuk Forkopimda dan Media

Dalam kesempatan itu, Christo menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Karawang, BNNK, Dandim, Kejaksaan, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, Brimob, hingga rekan-rekan media massa yang dinilai turut mengawal perubahan positif di Lapas Karawang.

Ia menyebut selama dua tahun lima bulan masa kepemimpinannya, situasi keamanan di Lapas Karawang tetap kondusif berkat sinergi semua pihak.

“Bukan karena kami mengondisikan keadaan, tetapi karena kerja sama yang baik dari semua pihak,” ujarnya.

Pesan untuk Penerus dan Jajaran UPT

Christo berharap seluruh program yang telah berjalan di Lapas Karawang dapat diteruskan oleh pejabat baru, Ma’ruf. Ia juga berpesan kepada seluruh kepala UPT agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.

“Marilah kita melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sebelum semangat pelayanan itu hilang,” pesannya.

Menutup sambutannya, Christo memohon maaf apabila selama bertugas terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan. Ia mengaku ketegasan yang ditunjukkan semata demi perbaikan organisasi dan peningkatan kinerja.

“Saya mohon maaf apabila selama bertugas terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan. Semua itu semata-mata untuk kepentingan perbaikan bersama,” katanya.

Ia pun berpamitan kepada seluruh masyarakat Karawang sebelum kembali ke Malang untuk mengemban amanah baru.

Resmi Pimpin Lapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto Siap Lanjutkan Program Positif

0

Karawanghariini.com, KarawangLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar kegiatan pisah sambut kepala lapas, Rabu (29/4/2026). Dalam acara tersebut, Ma’ruf Prasetyo Hadianto resmi diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Karawang yang baru, menggantikan Christo Victor Nixon Toar yang mendapat amanah tugas baru.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat beserta Ketua Dharma Wanita Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, unsur Forkopimda Karawang, kepala UPT pemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Turut hadir Kapolres Karawang, perwakilan Kejaksaan Negeri Karawang, BNNK Karawang, unsur TNI, KPU Karawang, Camat Karawang Timur, hingga jajaran Dharma Wanita dan petugas pemasyarakatan Lapas Karawang.

Dalam sambutannya, Ma’ruf memperkenalkan diri bersama istri, Nenda Ifa Fadilah, serta keluarga. Ia menyampaikan sebelumnya bertugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta selama kurang lebih satu tahun dua bulan, kemudian di Lapas Kelas IIB Pasuruan selama satu tahun, serta Kepala Rutan Palangkaraya selama sembilan bulan.

“Pada kesempatan ini, kami memohon izin dan dukungan dari Bapak Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran, serta seluruh tamu undangan dan keluarga besar Lapas Kelas IIA Karawang, agar dapat menerima kami untuk bersama-sama melaksanakan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Ma’ruf.

Ia menegaskan kehadirannya di Karawang merupakan amanah yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, sinergi seluruh jajaran menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Ma’ruf juga menyampaikan dirinya datang bersama Rahmadi yang akan bertugas sebagai Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban yang baru.

“Semoga seluruh kegiatan pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf memberikan apresiasi kepada Christo Victor Nixon Toar atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Lapas Karawang.

“Kepada Bapak Christo beserta Ibu, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan bagi Lapas Karawang, baik kepada warga binaan, pengguna layanan, maupun seluruh petugas pemasyarakatan,” ucapnya.

Ia berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah berjalan, sekaligus meningkatkan capaian kinerja di masa mendatang.

“Insyaallah, kami akan melanjutkan serta meningkatkan kinerja yang telah dibangun, dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berorientasi pada pelayanan prima dan kinerja nyata,” tegasnya.

Selain itu, Ma’ruf berharap dukungan dari seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan media massa agar Lapas Karawang terus berkembang menjadi institusi pemasyarakatan yang profesional dan humanis.

Acara pisah sambut berlangsung penuh kehangatan, ditandai dengan pemberian cendera mata, ucapan selamat, dan doa bersama untuk pejabat lama maupun pejabat baru.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Lapas Kelas IIA Karawang diharapkan mampu mempertahankan capaian yang sudah diraih serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

Momentum Hari K3 Sedunia, Polres Karawang Gaungkan Budaya Kerja Aman

0

Karawanghariini.com, Karawang – Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, Polres Karawang menggelar kegiatan olahraga bersama yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta TNI–Polri. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Karawang, Selasa (28/4), mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas dan soliditas antarinstansi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda Karawang Muhamad Ridwan Salam, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, serta Danyon C Resimen IV Korbrimob Polri Kompol Sutarto.

Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh personel gabungan dari Polres Karawang, Kodim 0604/Karawang, Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Batalyon A Resimen IV Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Karawang.

Peringatan Hari K3 Sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 April merupakan momentum global dalam mendorong upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Melalui kegiatan ini, Polres Karawang menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif.

“Keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan budaya yang harus dibangun bersama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres melalui Kasi Humas di sela kegiatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Karawang terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah diharapkan terus terjaga guna mendukung stabilitas wilayah.

Fokus pada Peningkatan Mutu Layanan Kepada Masyarakat, RS Bayukarta Hormati Proses Hukum

0

KARAWANG, KHI – Manajemen RS Bayukarta akhirnya angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan LBH Arya Mandalika ke Polres Karawang pada 24 April 2026.

 

Melalui keterangan resminya yang disampaikan kepada seluruh rekan media, baik media cetak maupun media online, pihak rumah sakit menegaskan menghormati langkah hukum yang ditempuh sebagai bagian dari hak setiap warga negara.

 

Manajemen RS Bayukarta menyatakan, apa yang dilakukan oleh LBH Arya Mandalika merupakan bentuk kebebasan warga negara untuk memperoleh haknya di bidang hukum.

 

“Terkait dugaan yang dilaporkan oleh LBH Arya Mandalika, manajemen RS Bayukarta mengambil sikap untuk mengikuti seluruh proses yang sedang maupun yang akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait,” demikian pernyataan resmi manajemen RS Bayukarta.

 

Sebagai bentuk hak jawab, pihak rumah sakit juga menyoroti sejumlah pemberitaan yang telah beredar di media online maupun media cetak. Menurut manajemen, tidak seluruh isi pemberitaan tersebut sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi dan dialami oleh RS Bayukarta.

 

Meski demikian, RS Bayukarta memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh guna menghindari polemik yang semakin tajam di tengah masyarakat.

 

“Kami tidak akan mengomentari lebih jauh terkait pemberitaan yang beredar untuk menghindari polemik yang lebih tajam di tengah masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.

 

Di tengah situasi tersebut, manajemen menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.

 

RS Bayukarta memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan profesional, sembari menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. (rls)

Tasyakuran HBP ke-62, Lapas Karawang Beri Penghargaan dan Gerobak Usaha untuk WBP

0

Karawanghariini.com, Karawang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang mengikuti kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 pada Senin (27/4). Kegiatan ini digelar di Aula Sahardjo Lapas Karawang dan diikuti oleh seluruh jajaran petugas.

Tasyakuran tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan nasional yang dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama para tamu undangan dan jajaran pimpinan tinggi di lingkungan Kemenimipas.

Dalam rangkaian acara, diberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam bidang pemasyarakatan. Penghargaan tersebut meliputi pegawai teladan, pegawai purnabakti atas pengabdian yang telah diberikan, serta penghargaan kepada stakeholder atau mitra yang dinilai berperan aktif dalam mendukung kemajuan pemasyarakatan.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial berupa gerobak usaha kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memiliki usaha. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga WBP, agar lebih mandiri dan sejahtera.

Suasana khidmat dan penuh rasa syukur semakin terasa dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HBP ke-62. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada pegawai tertua sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

Kepala Lapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, profesional, serta berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan,” ujarnya.

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Perusahaan Tanggung Jawab Dampak Operasional

0

Karawanghariini.com, BandungPemprov Jawa Barat menggelar rapat koordinasi strategis terkait penataan tata kelola tambang serta rencana penataan kabel udara di wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Balai Pakuan pada 27 April 2026.

Rapat ini menyoroti kepatuhan operasional industri, khususnya di Kabupaten Karawang, guna memastikan ketertiban infrastruktur serta perlindungan aset daerah.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh hadir dalam pertemuan tersebut didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bapenda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kepala Dinas Perhubungan, unsur Kecamatan Pangkalan, Kepala Desa Tamansari, serta pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan adanya dua persoalan utama yang perlu segera dibenahi, yakni aktivitas industri tambang dan penggunaan jalan provinsi oleh kendaraan angkutan berat milik perusahaan.

“Ada dua masalah utama yang harus segera dibenahi. Perusahaan semen menggunakan bahan baku, dan aktivitas angkutan besarnya melewati jalan provinsi,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa investasi harus berjalan seiring dengan pemeliharaan infrastruktur serta kepatuhan terhadap tata ruang. Melalui rapat ini, diharapkan terjadi sinkronisasi kebijakan antara Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang, sehingga perusahaan dapat bertanggung jawab penuh terhadap dampak operasional di lapangan.

Geger! Penemuan Mayat Misterius di Irigasi KW6 Karawang, Diduga Pelaku Curanmor

0
Mayat pria tanpa identitas ditemukan di irigasi KW6 Karawang, diduga pelaku curanmor. (Foto: Ist)

Karawanghariini.com, KarawangPenemuan mayat pria tanpa identitas menggegerkan warga di Karawang. Jasad tersebut ditemukan di saluran irigasi KW6, wilayah Kepuh, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (26/4/2026).

Mayat tersebut diduga merupakan pria yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya. Korban disebut-sebut melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke aliran irigasi usai diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor).

Proses pencarian dilakukan selama dua hari sebelum akhirnya jasad korban ditemukan tersangkut di aliran air. Lokasi yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama.

Petugas gabungan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 15.35 WIB. Proses pengangkatan jasad memakan waktu kurang lebih satu jam.

Kanit Basarnas Karawang, Sigit Haryanto, mengatakan korban ditemukan dalam posisi terlentang di air saat pencarian lanjutan dilakukan.

“Korban ditemukan dalam posisi terlentang dan cukup sulit dievakuasi. Kami butuh waktu sekitar satu jam untuk mengangkat jasad dari aliran irigasi,” ujar Sigit.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak sehingga menyulitkan proses identifikasi di lokasi.

“Secara kasat mata korban laki-laki, mengenakan celana cokelat tanpa baju. Namun identitasnya belum dapat dipastikan karena kondisi tubuh sudah membengkak,” jelasnya.

Tim SAR menduga kuat jasad tersebut merupakan korban yang dilaporkan tenggelam di irigasi KW2, Perumahan CKM, Desa Bengle, dua hari sebelumnya. Meski begitu, kepastian identitas masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, jasad korban telah dibawa ke RSUD Karawang. Tim Inafis Polres Karawang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas serta penyebab pasti kematian korban.

Momentum Hari Otda, Pemkab Karawang Fokus Tingkatkan Layanan dan Kesejahteraan Warga

0

Karawanghariini.com, KarawangPemkab Karawang memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) dengan menggelar apel pagi di Plaza Pemkab Karawang, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa peringatan Hari Otda menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan otonomi daerah berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, otonomi daerah merupakan titik balik dalam memperkuat peran pemerintah daerah, khususnya dalam menghadirkan pembangunan yang merata serta pelayanan publik yang berkualitas.

“Melalui otonomi daerah, kita memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih optimal,” ujar Aep.

Pemkab Karawang, lanjutnya, terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif. Hal tersebut diwujudkan melalui peningkatan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran.

Selain itu, pelayanan juga diarahkan terintegrasi dalam satu sistem yang selaras dengan kebijakan nasional.

Aep juga menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan adaptasi pemerintah daerah di tengah dinamika perubahan zaman. Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Otonomi daerah menuntut kita untuk terus berinovasi dan adaptif. Pemerintah daerah harus hadir sebagai penggerak utama pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Aep mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan semangat otonomi daerah sebagai landasan dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Semakin dekat, semakin melayani, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Hari Otonomi Daerah 2026, Wawali Bekasi Tegaskan Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

0

Karawanghariini.com, Kota Bekasi – Pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Kota Bekasi berlangsung khidmat.

Kali ini Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dipersilahkan oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin upacara dan dihadiri forkopimda, pimpinan OPD serta ASN, Senin, (27/04/2026).

Membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Wawali Abdul Harris Bobihoe mengungkapkan apresiasi Pemerintah pusat kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.

Selain itu menekankan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.

Disampaikan pula bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan keragaman budaya, sumber daya alam, dan potensi daerah yang melimpah.

Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang solid antar tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam konstitusi.

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Lebih lanjut, Menteri Dalam Negeri menegaskan pentingnya kesatuan visi, arah kebijakan strategis, serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan, sebagaimana juga ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas.

“Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” Ujarnya.

Sejumlah hal strategis turut menjadi perhatian, di antaranya program kerja prioritas nasional yang terbagi dalam delapan klaster, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil yang diperkuat dengan digitalisasi dan inovasi daerah terus didorong guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 305 Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah.

Dalam aspek fiskal, masih terdapat ratusan daerah dengan kapasitas fiskal yang lemah sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup tinggi. Di sisi lain, kolaborasi antar daerah juga perlu ditingkatkan, termasuk dalam penanganan persoalan sampah yang masih menyisakan jutaan ton sampah belum terkelola secara optimal.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, yang tercermin dari angka Gini Ratio nasional. Sementara itu, stabilitas dan ketahanan daerah tetap dijaga melalui pengendalian inflasi serta pertumbuhan ekonomi yang positif.

Sebelum mengakhiri pembacaan sambutan Mendagri, Wawali Abdul Harris Bobihoe menambahkan, Untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah yang efektif, peningkatan kapasitas daerah menjadi prioritas, antara lain melalui penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan.

“Upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tidak dapat dilepaskan dari kapasitas masing-masing tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas daerah menjadi prioritas,” Terangnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 serta harapan agar semangat otonomi daerah terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih baik dan berdaya saing.

Hari Otonomi Daerah ke-30, Karawang Perkuat Kinerja dan Arah Pembangunan Berdaya Saing

0

Karawanghariini.com, Karawang – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memperkuat arah pembangunan yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan Wakil Bupati Maslani, berbagai kebijakan diarahkan pada peningkatan kinerja perangkat daerah, percepatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

Tema nasional “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” dinilai selaras dengan karakteristik Karawang sebagai salah satu penopang ekonomi di Jawa Barat. Selain dikenal sebagai kawasan industri, Karawang juga memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan nasional.

Penerapan otonomi daerah memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat. Di Karawang, kewenangan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terus menunjukkan peningkatan kinerja. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), misalnya, memfokuskan program pada pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, drainase, serta jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Perbaikan ruas jalan strategis yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat kini dilakukan secara bertahap untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas layanan puskesmas dan rumah sakit daerah, termasuk penanganan stunting, imunisasi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Perluasan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu juga menjadi prioritas.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian melalui program rehabilitasi ruang kelas, peningkatan sarana prasarana, digitalisasi pendidikan, serta penguatan kompetensi tenaga pendidik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri dan teknologi.

Dalam penguatan ekonomi kerakyatan, Dinas Koperasi dan UKM bersama Dinas Perdagangan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan, fasilitasi permodalan, legalitas usaha, serta perluasan akses pasar, termasuk melalui platform digital.

Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi fokus utama. Berbagai program seperti modernisasi alat pertanian, bantuan benih, perbaikan jaringan irigasi, serta pendampingan petani terus dilakukan guna menjaga produktivitas lahan di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri.

Di bidang lingkungan hidup, pengawasan terhadap pencemaran, pengelolaan sampah, serta penataan ruang terbuka hijau terus ditingkatkan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dalam aspek pelayanan publik, kehadiran Mal Pelayanan Publik menjadi salah satu bentuk konkret reformasi birokrasi. Berbagai layanan administratif kini terintegrasi dalam satu lokasi guna memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi masyarakat.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa aparatur sipil negara harus mengedepankan orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“ASN harus memiliki pola pikir melayani, bukan dilayani,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh kepala perangkat daerah untuk responsif terhadap permasalahan di lapangan serta menghadirkan solusi yang nyata dan terukur.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari jumlah program, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi kinerja terus dilakukan agar setiap program memiliki indikator yang jelas dan berdampak langsung.

Selain itu, sinergi antarperangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara komprehensif, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga peningkatan kualitas layanan dasar.

Di tengah perkembangan yang pesat, Karawang juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti urbanisasi, pertumbuhan penduduk, kebutuhan hunian, serta peningkatan lapangan kerja. Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembangunan yang matang dan berkelanjutan.

Transformasi digital turut mendorong perubahan dalam tata kelola pemerintahan. Media sosial kini menjadi sarana komunikasi sekaligus kontrol publik terhadap kinerja pemerintah, sehingga menuntut birokrasi untuk lebih transparan, responsif, dan adaptif.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini menjadi refleksi atas perjalanan Karawang dari daerah agraris menuju salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan potensi kawasan industri, sektor pertanian yang kuat, serta sumber daya manusia yang produktif, Karawang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang lebih maju dan kompetitif.

Ke depan, tantangan utama bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi memastikan pembangunan berjalan secara adil, merata, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.