KARAWANG | KARAWANGHARIINI.COM | Pemerintah Kabupaten Karawang mulai memperluas dukungan di sektor pendidikan melalui penyediaan modul pembelajaran tanpa biaya bagi para peserta didik. Program tersebut ditujukan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 6 serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1 hingga 3.
Program pembagian modul gratis itu disalurkan ke berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Karawang. Pada Senin (24/8/2026), Bupati Karawang Aep Syaepuloh turut turun langsung meninjau pelaksanaan program dengan mengunjungi SMPN 5 Karawang Barat dan SDN Nagasari 6.
Kedatangan Aep mendapat sambutan meriah dari para siswa, guru, serta orang tua yang berada di lingkungan sekolah. Dalam kunjungannya, Aep juga menyempatkan diri masuk ke ruang kelas untuk berbincang langsung dengan siswa.
Di hadapan para pelajar, Aep menanyakan tanggapan mereka terkait adanya bantuan modul pembelajaran tersebut.
“Seneng nggak punya modul belajar?” tanya Aep kepada para siswa.
“Seneng pak bupati,” jawab para siswa dengan antusias.
Menurut Aep, penyediaan modul secara gratis merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Selama ini, pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun bahan pembelajaran tambahan dinilai dapat menjadi beban tersendiri, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Aep menjelaskan, modul yang diberikan pemerintah memiliki fungsi yang serupa dengan LKS dan disusun dengan melibatkan para guru di Karawang.
“Hari ini akses masyarakat harus betul-betul kita berikan. Buku modul ini fungsinya sama dengan LKS, dan penyusunnya adalah perhimpunan guru-guru terbaik kita di Karawang,” ujarnya.
Untuk jenjang SMP, seluruh mata pelajaran saat ini telah mendapatkan fasilitas modul pembelajaran secara gratis. Sementara itu, pada tingkat SD, program tersebut baru mencakup lima dari sembilan mata pelajaran utama.
Pemkab Karawang menargetkan seluruh kebutuhan modul untuk jenjang SD dapat terpenuhi pada tahun anggaran berikutnya. Aep berharap kemampuan anggaran daerah ke depan memungkinkan pemerintah menggratiskan seluruh modul pembelajaran.
“Insha Allah kalau tahun depan anggaran kita memungkinkan, semuanya kita gratiskan,” kata Aep.
Tak berhenti pada sekolah negeri, Pemkab Karawang juga berencana memperluas cakupan program tersebut agar dapat dirasakan oleh siswa di sekolah swasta maupun madrasah.
Selain memberikan perhatian kepada peserta didik, Pemkab Karawang juga menyampaikan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru honorer di Karawang disebut telah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, dengan penghasilan yang meningkat dari kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribu menjadi gaji pokok Rp1,55 juta per bulan, di luar tambahan dana BOS.
Program modul gratis ini pun mendapat respons positif dari para orang tua siswa. Salah satunya Lestari, wali murid kelas 2 SDN Nagasari 6, yang mengaku terbantu karena tidak lagi harus membeli modul pembelajaran secara mandiri.
“Dulu kita harus beli sendiri-sendiri, bahkan sampai cari di toko online. Sekarang alhamdulillah sangat terbantu karena gratis dari pemerintah,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Karawang berharap kebutuhan bahan belajar siswa dapat terpenuhi sekaligus membantu mengurangi pengeluaran keluarga untuk keperluan pendidikan.



