Musim Kemarau Picu Kekeringan di Karawang, BPBD Salurkan 237 Ribu Liter Air Bersih

Karawangharii.com, Karawang – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Karawang mulai berdampak pada sejumlah wilayah. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak sembilan desa di empat kecamatan mengalami kekeringan, dengan total 12.155 jiwa atau 4.044 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah menyalurkan 237.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, mengatakan wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Di Kecamatan Tegalwaru, kekeringan terjadi di Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.876 jiwa atau 1.386 KK. Hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan 130.000 liter air bersih ke wilayah tersebut. Sementara itu, di Kecamatan Ciampel, tiga desa yang terdampak yakni Desa Parungmulya, Desa Mulyasejati, dan Desa Kutanegara. Sebanyak 4.961 jiwa atau 1.585 KK mengalami kesulitan memperoleh air bersih, dengan bantuan yang telah disalurkan mencapai 52.000 liter. Di Kecamatan Pangkalan, kekeringan melanda Desa Kertasari, Desa Mulangsari, dan Desa Jatilaksana. Jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 1.728 jiwa atau 656 KK, sementara distribusi air bersih yang telah diberikan mencapai 39.000 liter. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Wanakerta menjadi wilayah yang terdampak kekeringan dengan jumlah warga mencapai 1.590 jiwa atau 417 KK. BPBD telah menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di desa tersebut. Usep menegaskan, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kekeringan selama musim kemarau berlangsung. Penyaluran air bersih juga akan terus dilakukan apabila jumlah wilayah maupun warga terdampak mengalami peningkatan.