KARAWANG – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan mandiri terus dilakukan melalui program pendampingan berkelanjutan. Pendamping UMKM Mentorship 360, Yeni Kurotul Aeni, melaksanakan visitasi terhadap sejumlah pelaku usaha di Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada evaluasi manajemen keuangan, proses produksi, serta identifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Dalam kunjungannya, Yeni melakukan pendampingan terhadap Dian, pemilik usaha warung nasi, dan Ratna, pelaku UMKM yang memproduksi peyek teri kacang.
Visitasi dilakukan dengan melihat langsung kondisi usaha sekaligus menggali berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usahanya.
Yeni menjelaskan bahwa setiap pelaku UMKM memiliki karakteristik, tantangan, dan perjalanan usaha yang berbeda. Oleh karena itu, pendampingan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama terhadap seluruh pelaku usaha.
“Setiap pelaku UMKM memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Ada yang usahanya sudah berkembang, ada yang masih berbenah, dan ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Karena itu, kami berupaya memahami kondisi mereka secara langsung agar pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ujar Yeni.
Menurutnya, visitasi bukan sekadar kegiatan untuk menilai keberhasilan atau kekurangan pelaku usaha. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi, mendengarkan keluhan, serta memberikan masukan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
“Visitasi bukan hanya tentang menilai, tetapi juga mendengar, memahami, dan mencari solusi bersama. Kami ingin para pelaku UMKM merasa didampingi dalam setiap proses perkembangan usahanya, bukan hanya ketika mereka menghadapi persoalan,” ungkapnya.
Dorong Pengelolaan Keuangan dan Produksi Lebih Tertata
Dalam kegiatan tersebut, aspek manajemen keuangan dan produksi menjadi perhatian utama. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis sekaligus merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan terhadap usaha warung nasi milik Dian dan produk peyek teri kacang milik Ratna, Mentorship 360 berupaya memberikan masukan yang relevan dengan karakteristik masing-masing usaha.
Yeni berharap evaluasi yang dilakukan dapat membantu para pelaku UMKM memperbaiki sistem pengelolaan usaha secara bertahap, sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan bisnis.
“Harapan kami, setiap evaluasi menjadi langkah kecil menuju usaha yang lebih tertata, lebih kuat, dan semakin mandiri. Tidak harus langsung melakukan perubahan besar, tetapi yang terpenting ada kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki pengelolaan usaha,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan diri pelaku UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan.
“UMKM tidak hanya membutuhkan pendampingan, tetapi juga perlu diyakinkan bahwa mereka mampu untuk terus bertumbuh. Kami ingin mereka percaya bahwa setiap usaha memiliki peluang untuk berkembang selama ada kemauan, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar,” tuturnya.
Melalui kegiatan visitasi tersebut, Mentorship 360 diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Karawang, khususnya dalam membangun usaha yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan.
(Hd)



